Sejarah Penjajahan VOC Belanda di Indonesia

Sejarah Penjajahan VOC Belanda di Nusantara (Indonesia)

Bangsa Eropa yang pertama kali menjadikan Indonesia sebagai daerah jajahan di bawah kekuasaannya adalah Spanyol, yaitu berkuasa pada 1500 – 1692 di daerah Sulawesi, Portugis berkuasa di daerah sekitar Selat Malaka pada 1509 – 1595 dan Belanda yang kemudian menjajah wilayah Nusantara (Indonesia) selama tiga setengah abad lamanya setelah Cornelis De Houtman memimpin ekspedisi menemukan nusantara pada 1596.

Sejarah Penjajahan VOC Belanda di Nusantara (Indonesia)

Kolonialisasi Belanda di Indonesia diawali dengan ditempatkannya perusahaan perdagangan Verenigde Oostindische Compagnie (VOC) sebagai perpanjangan tangan pemerintah Belanda. VOC menerima mandat penuh dari parlemen Belanda untuk melakukan monopoli terhadap perdagangan dan aktivitas imperialisme di bumi Indonesia sejak tahun 1602.

Markas besar VOC berada di Batavia dan wilayah kekuasaan VOC mencakup Sumatera (kecuali Aceh), Jawa, Sulawesi dan sebagian Maluku. Pieter Both diangkat menjadi Gubernur pertama VOC yang kemudian digantikan oleh Jan P Coen. Tujuan utama VOC adalah menguasai pusat-pusat perdagangan di Batavia, Selat Sunda, Banten, dan Makassar.

Meski memiliki kekuasaan monopoli secara penuh, VOC pada akhirnya jatuh bangkrut. Sekitar akhir abad kedelapan belas, pemerintah kerajaan Belanda mengambil alih kepemilikan dan urusan VOC sejak tahun 1816 dengan mengangkat Daendels sebagai Gubernur Jenderal pertama. Perlawanan pribumi terhadap Belanda pun terjadi dalam beberapa dekade dan dapat dibedakan apakah perlawanan tersebut melawan VOC atau melawan pemerintahan kolonial kerajaan Belanda

Perlawanan terhadap VOC

Kewenangan VOC di daerah jajahan tidak hanya memonopoli perdagangan dan berkuasa mencetak serta mengedarkan mata uang secara terpisah dari kerajaan Belanda, namun juga kekuasaan penuh untuk memiliki tentara serta menetapkan kebijakan yang berkaitan dengan perjanjian, keputusan berperang atau perdamaian.

Kekuasaan yang paling akhir ini menimbulkan banyak tentangan dan perlawanan dari rakyat pribumi di segala penjuru negeri. Untuk melancarkan aksi menguasai nusantara beserta kekayaan alamnya, VOC tak segan menerapkan politik adu domba yang menjadi sebab terjadinya perang saudara karena berebut tahta kerajaan.

Perlawanan terhadap VOC di nusantara terutama disebabkan oleh ketidaksetujuan terhadap kebijakan VOC yang dianggap merendahkan harkat dan martabat bangsa. Sayangnya, perlawanan tersebut bersifat kedaerahan serta sering kali pihak bangsawan sendiri mudah diadu domba sehingga pemberontakan dan perlawanan terhadap VOC tersebut mudah dipatahkan.

Tidak hanya di tanah Jawa dan sekitar Batavia sebagai pusat perdagangan, perlawanan terhadap VOC juga dilakukan penduduk di luar pulau Jawa, terutama Sumatera dan Sulawesi. 3 Tokoh pejuang terhadap VOC yang terkenal adalah Pangeran Diponegoro, Untung Suropati, dan Sultan Agung Hanyakrakusuma.

Perjuangan melawan VOC yang kemudian berganti dengan penjajahan negara Belanda, terus berlanjut hingga Indonesia (Hindia Belanda) mencapai kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.

 

Sejarah Penjajahan VOC Belanda di Nusantara (Indonesia)

You May Also Like

About the Author: Ziuma

Cuma Ingin Berbagi Informasi dan Pengetahuan Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.