Kedatangan Bangsa Portugis dan Spanyol ke Nusantara

Kedatangan Bangsa Portugis dan Spanyol ke Indonesia

Pengaruh kebudayaan Eropa ke dalam kebudayaan Nusantara (Indonesia) yang bersifat positif adalah ilmu pengetahuan dan teknologi. Agama Katolik dan agama Kristen Protestan , agama tersebut disiarkan dengan sengaja oleh organisasi – organisasi penyiaran agama (Misi dan Zending). Daerah yang mendapat pengaruh antara lain : Irian Jaya, Maluku Tengah dan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara, dan pulau Kalimantan.

Dalam bidang arsitektur, pengaruh budaya kolonial dapat dikenal pada beberapa bangunan kuno, seperti bangunan gerbang pemakaman Asta (Sumenep ) menunjukkan pengaruh Inggris, Kereta Api di Aceh merupakan peninggalan Belanda abad ke -19 (seperti kereta api untuk mengangkut tebu di pabrik- pabrik gula di Jawa), pembuatan jalan kereta api Semarang -Jogjakarta, yang dibuat oleh perusahaan Belanda pertama yang mengembangkan transportasi di Nusantara yaitu Poolman tahun 1863.

Rekomendasi Ngalih.id:  Perlawanan Sultan Agung Hanyokrokusumo Terhadap VOC

Kedatangan Bangsa Portugis

Bangsa Barat yang pertama kali datang ke Nusantara adalah Portugis. Portugis berhasil menguasai Malaka pada tahun 1511. Selanjutnya, pada tahun 1512 Albuquerque mengirimkan beberapa kapal ke arah timur Indonesia dan mendarat di Ternate, Maluku.

Kedatangan Portugis disambut raja Ternate secara baik dengan maksud agar Portugis membantu Ternate yang sedang bertikai dengan Tidore. Kedatangan orang – orang Portugis ke Nusantara salah satu tujuannya adalah menyebarkan agama Kristen ke Maluku yang dibawa oleh Franciscus Xaverius.

Jenis musik yang diperkenalkan oleh bangsa Portugis yang masih hidup di Indonesia adalah musik keroncong.

Kedatangan Bangsa Spanyol

Di sisi lain, ternyata Spanyol juga telah sampai di Maluku. Spanyol akhirnya menjalin hubungan dengan Tidore. Permusuhan itu merembet menjadi permusuhan Spanyol dan Portugis. Perseteruan kedua bangsa tersebut mengharuskan Paus turun tangan menengahi pertikaian.

Rekomendasi Ngalih.id:  Teori Masuknya Kebudayaan Hindu-Budha di Nusantara

Pada tahun 1528 tercapailah Perjanjian Saragosa antara kedua negara tersebut. Isi Perjanjian Saragosa, antara lain dunia dibagi ke dalam dua wilayah kekuasaan. Wilayah kekuasaan Spanyol membentang dan Meksiko ke arah barat sampai dengan Filipina. Adapun kekuasaan Portugis membentang dan Brasilia ke arah Timur sampai dengan Kepulauan Maluku.

Berdasarkan Perjanjian Saragosa tersebut Spanyol harus kembali ke Filipina. Sedangkan Portugis berkuasa atas Kepulauan Maluku dan sekitarnya. Keberhasilan Portugis dan Spanyol dalam penjelajahan samudra mendorong bangsa-bangsa lain di Eropa mengikuti jejak mereka.

Pada akhir abad ke-16 dan awal abad ke-17 orang-orang Belanda, Inggris, Denmark, dan Prancis datang ke Nusantara. Tujuan kedatangan mereka ke Nusantara (Indonesia) adalah sama dengan Portugis dan Spanyol.

Rekomendasi Ngalih.id:  Peran Pedagang dan Ulama dalam Penyebaran Islam di Nusantara

 

Kedatangan Bangsa Portugis dan Spanyol ke Nusantara

You May Also Like

About the Author: Ziuma

Cuma Ingin Berbagi Informasi dan Pengetahuan Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *