Bencana Alam Banjir, Penyebab dan Dampaknya

bencana alam banjir

Cerita tentang bencana banjir seakan-akan tidak pernah habis dibicarakan oleh masyarakat. Bagaimana tidak, media massa baik cetak maupun elektronik kerap memuat persoalan banjir. Fenomena banjir sudah menyatu dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

bencana alam banjir

Bencana Alam Banjir

Bencana Banjir bukanlah masalah sederhana. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kerugian yang diakibatkan banjir reguler mencapai puluhan triliun rupiah. Angka kerugian yang sangat besar bagi negara kita.

Selain kerugian material berupa kerusakan bangunan dan infrastruktur, banjir mengakibatkan kerugian nyawa dan juga berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat.

Penyebab utama banjir tentu disebabkan curah hujan yang tinggi. Tingginya curah hujan tidak dapat ditampung oleh tanah dan tidak berfungsinya aliran air mengakibatkan ketergenangan air.

Penyebab Banjir

Curah hujan yang lebat harus sesuai dengan daya serap tanah dan daya tampung pengaliran air. Sungai dan sistem pengaliran air lainnya seperti bendungan sangat menentukan penanggulangan bencana banjir. Jika semua sistem ini tidak berfungsi, maka akan terjadi luapan air.

Berikut beberapa penyebab terjadinya banjir.

1. Hutan Gundul

Bencana alam banjir, penyebab utamanya adalah penebangan hutan secara liar. Hal ini berdampak kepada kemampuan tanah dalam menyerap air.

Tanah yang tidak dapat menyerap air dengan maksimal mengakibatkan air meluber ke mana-mana. Selain itu, hutan gundul memicu terjadinya tanah longsor yang disebabkan tidak ada pohon yang menahan kepadatan tanah.

Untuk menanggulangi banjir, pemerintah harus benar-benar mencegah terjadinya penebangan hutan liar. Tindak tegas para pelaku dan orang-orang yang berada di belakang tindakan tersebut. Selain itu, penanaman pohon merupakan solusi yang sangat tepat dan harus berkesinambungan.

2. Sistem Drainase yang Gagal (Pengaliran Air)

Curah hujan yang lebat harus dialirkan dengan baik. Pengaliran air ini berfungsi untuk mencegah air meluber ke mana-mana dan menjadi sulit untuk ditangani.

Sistem pengaliran yang ada saat ini hanya mampu mengalirkan 30% banjir yang ada. Jadi 70% lebihnya tergenang di permukaan tanah dan menjadi banjir.

Rekomendasi Ngalih.id:  Bencana Alam Gempa Bumi, Penyebab dan Akibatnya

Sebagai negara yang curah hujannya cukup tinggi, sistem pengaliran air harus benar-benar dibuat dengan baik dan dengan skala yang besar. Gorong-gorong yang dibuat pemerintah masih belum cukup menampung curah hujan yang begitu tinggi. Seharusnya pemerintah perlu membuat gorong-gorong raksasa.

3. Kurang Lahan untuk Resapan Air

Pembangunan terjadi di mana-mana dan menjadikan lahan resapan air berkurang. Lihat saja berbagai bangunan bermunculan dari hulu sampai ke hilir.

Gedung perkantoran, vila, hotel, dan bangunan lainnya tumbuh subur. Pembangunan memang baik dan indikasi bagi kemajuan suatu bangsa. Namun, pembangunan tersebut dapat berakibat negatif jika tidak sesuai dengan lingkungan dan iklim.

Akibat pembangunan tersebut, lahan menjadi sempit. Sempitnya lahan menyebabkan tanah tidak dapat menyerap air dengan baik.

4. Sungai Tidak Berfungsi

Realita yang ada saat ini, sungai tidak lagi menjadi cerita indah seperti dalam tulisan dan lukisan para seniman. Bagaimana tidak, sungai kita seperti selokan berair hitam, banyak sampah mengapung, kotor, dan bau. Sungai tidak lagi menjadi inspirasi indah namun menjadi sebuah tragedi.

Sungai tidak dapat lagi menampung air, karena banyak menampung sampah yang dibuang oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Sampah kemudian menyumbat aliran air dan menyebabkan luapan jika datang hujan.

Tentang bencana alam banjir ini, pemerintah perlu melakukan visi jangka panjang untuk mengambil solusi mencegah terjadinya banjir. Solusi-solusi dadakan tidak efektif untuk menanggulangi bencana ini.

Pencegahan Bencana Banjir

Bencana banjir akan tetap terjadi jika tidak ada upaya perbaikan lingkungan dan visi pembangunan yang seimbang. Anggaran yang ada seharusnya digunakan untuk pencegahan bukan sekadar penanggulangan pasca banjir. Ya, kita membutuhkan perahu karet dan dana untuk tanggap darurat. Kita lebih memerlukan pencegahan daripada pengobatan.

Pengaturan pembangunan harus dilakukan dengan tepat dan membuat sanksi yang tegas jika ada peraturan yang dilanggar oleh pihak tertentu. Pengaturan harus diseimbangkan dengan keadaan lingkungan. Daerah-daerah rawan longsor dan membutuhkan lahan serapan tidak boleh digunakan untuk pembangunan.

Rekomendasi Ngalih.id:  Bencana Alam Tanah Longsor

Pemerintah harus benar-benar menjalani program pengendalian banjir dan berani mengatakan tidak terhadap tindak-tanduk yang bertentangan dengan program pengendalian ini. Jangan sampai mengatasnamakan pembangunan dan pendapat daerah, pemerintah menutup mata dengan segala bentuk keserakahan yang ada.

Bencana banjir adalah masalah nasional dan merupakan masalah semua rakyat Indonesia. Tidak cukup pemerintah, masyarakat umum juga harus turut berpartisipasi menanggulangi banjir.

Penanggulangan banjir harus dimulai dengan menyadari bahayanya banjir. Masyarakat harus menyadari bahwa membuang sampah sembarangan, seperti di sungai dan selokan adalah perbuatan negatif yang harus dihindari dan dapat mengakibatkan banjir.

Tidak semua penanggulangan berada di pundak pemerintah. Masyarakat memiliki kewajiban juga untuk mengatasi masalah tersebut. Masyarakat dapat melakukan hal-hal yang tidak dapat menyebabkan banjir.

Penyebab terjadinya banjir lebih disebabkan oleh faktor kesadaran manusia. Keadaan alam sudah tidak seimbang karena ulah manusia. Kerusakan-kerusakan alam diakibatkan oleh tangan-tangan manusia yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, kesadaran semua masyarakat sangat diperlukan.

Kita memang membutuhkan uang atau materi, tetapi uang yang kita cari jangan sampai menyebabkan terjadinya kerusakan-kerusakan alam. Dampaknya juga akan berakibat kepada manusia itu sendiri.

Dampak Buruk Banjir

Fakta tentang bencana alam banjir sangat merugikan bagi masyarakat, baik material maupun non-material. Berikut kerugian akibat banjir tersebut.

Kerugian Material

Kerugian akibat banjir sangatlah besar bahkan tidak terhitung. Bangunan seperti rumah, gedung, dan jalan menjadi rusak. Selain itu, kerusakan-kerusakan material dapat mencapai puluh triliunan rupiah. Akibat banjir, sawah menjadi lahan lumpur dan gagal panen. Tanaman menjadi rusak dan mati.

Dampak terhadap Kesehatan

Banjir mengakibatkan tumbuhnya berbagai penyakit yang mengganggu kesehatan tubuh. Menurut Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP dan PL) RI, setidaknya ada tujuh penyakit menular pasca banjir yang perlu diwaspadai oleh masyarakat, yaitu sebagai berikut.

Rekomendasi Ngalih.id:  Jenis-jenis Bencana Alam yang Terjadi di Bumi

1. Diare

Penyakit ini berhubungan erat dengan kebersihan lingkungan dan kebersihan air. Akibat banjir, lingkungan menjadi kotor. Tikus-tikus got naik ke permukaan dan menyebarkan penyakit-penyakit yang dapat menular kepada manusia.

Selain itu, endapan sampah yang hanyut dibawa banjir mengakibatkan lingkungan menjadi kotor dan penuh bakteri. Selain itu, banjir juga mencemari kebersihan air minum karena luapan air yang bercampur dengan segala macam penyakit dan bakteri.

2. Demam berdarah

Genangan yang tidak dapat ditanggulangi menyebabkan berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti. Aedes aegypti adalah nyamuk yang menyebabkan demam berdarah.

3. Leptospirosis

Pada saat banjir, kotoran dan kencing tikus yang mengandung bakteri leptospira akan terikut dengan air banjir. Bersentuhan dengan air tercemar bakteri ini dapat menimbulkan infeksi bagi orang yang terkena luka terbuka. Oleh sebab itu, bagi penderita luka, hindari bersentuhan dengan air banjir.

4. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Gangguan infeksi saluran pernapasan akut disebabkan oleh bakteri, virus, atau mikroba parasit lainnya. Air banjir banyak mengandung bakteri-bakteri parasit dan dengan mudah menginfeksi tubuh manusia.

5. Penyakit Kulit

Penyakit kulit disebabkan oleh kebersihan yang tidak dijaga dengan baik dan karena bersentuhan dengan air banjir yang penuh bakteri. Lingkungan akan sangat kotor setelah banjir terjadi dan akan menyebabkan iritasi pada kulit.

6. Demam Tifoid

Demam tifoid diakibatkan oleh bakteri yang ada pada kotoran. Banjir menyebabkan banyaknya sampah yang terbawa arus air dan kotoran. Bakteri yang menyebabkan demam ini tentunya akan mengganggu kesehatan tubuh.

Gangguan kesehatan berhubungan erat dengan lingkungan. Lingkungan yang dijaga dengan bersih selalu menjadi cara untuk menjauhkan diri dari berbagai penyakit. Oleh karena itu, kita perlu menjaga lingkungan agar tidak kotor dan menyebabkan banjir.

 

Bencana Alam Banjir, Penyebab dan Dampaknya

You May Also Like

About the Author: Ziuma

Cuma Ingin Berbagi Informasi dan Pengetahuan Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *